Announcement:

OUTNOW..EJM Zine 2nd Edition Printed Published Date: September 04, 2015

Wednesday, 16 November 2016

Wawancara Dengan Social Black Yelling

Sempat menelurkan album pertamanya tahun 2011 tak mengendurkan gairah mereka mengeluarkan album kembali. Terhitung tanggal 1 Agustus 2015 gerombolan muda Thrash Metal asal Jakarta merilis album ke 2 berjudul “Naluri Pembunuh”. Simak wawancara kami bersama Social Black Yelling dibawah ini :
EJMZINE : Hello Social Black Yelling Selamat atas rilisnya album baru kalian. Mengawali wawancara, Berikan salam untuk pembaca ! 
SBY : Terima kasih, halo rekan rekan metalhead Indonesia!!
EJMZINE : Silahkan untuk menceritakan proses kreatif materi anyar kalian? Apakah ada pedoman setiap anggota untuk ambil bagian pada seluruh lagu, atau hanya mengandalkan latihan untuk menemukan pola yang kalian inginkan? Atau mungkin sedikit dari keduanya? 
SBY : Ini album yang bisa dibilang 80% studio album. Dalam artian, mayoritas materi masuk studio dengan bahan yang masih sangat kasar. Lalu di studio recording itu lah semua digodok sampai jadi master. Untuk metode seperti ini memang merepotkan, proses preproduksi saja sampai dua kali putaran demo kasar 10 lagu. Bukan kami sok sok an mau metode seperti ini, tapi ini hubungannya dengan realita bahwa dalam pengerjaan album kemarin band ini tidak terlalu solid. Agak sulit untuk berharap para personel mengolah ide dengan benar benar matang, mungkin dengan alasan sibuk pekerjaan, asmara, gaya hidup, atau whatever, tapi toh album harus berjalan bagaimana pun caranya dan ini lah pendokumentasian kami dalam album ke 2!
EJMZINE : Bagaimana dengan kualitas rekaman pada album baru kalian dibandingkan materi sebelumnya? 
SBY : Dibanding album pertama, jauh lebih baik. Kami dibantu dengan orang-orang yang berkomitmen untuk bekerja di studio. Hasil ini sudah lumayan mendekati orientasi sound yang kami inginkan. Tetapi masih menyisakan spasi untuk kemungkinan eksplorasi lebih mendalam. Memang soal sound dan mixing, itu “endless”, tidak akan berakhir sebelum kita sendiri ketok palu.
EJMZINE : Album “Naluri Pembunuh” sekarang tersedia. Bagaimana perasaan Anda tentang album dan reaksi untuk itu sejauh ini? 
SBY : Cukup senang dan bangga..saat album ini rilis, gue mengingat-ingat lagi apa saja kendala album ini, dan gue merasa bangga karena kami cukup keras kepala juga, hingga akhirnya sampai juga ke titik ini. Reaksi cukup positif, respon tawaran panggung tidak terlalu banyak. Kalo soal ini mah kami sudah biasa, ( ya anda tau sendirilah posisi thrash metal disini Hahahaha)
EJMZINE : Mengapa hingga saat ini kalian belum memiliki label yang membantu untuk mengurus segala keperluan merilis album? Faktor apa saja yang membuat hal ini demikian terjadi sedangkan di satu sisi musik kalian sudah cukup untuk dinilai layak untuk jual? 
SBY : Sejujurnya, kami siap saja berbagi penghasilan dengan label. Asal fair, dan sampai kemarin album mau rilis, belum ada tawaran yang kami anggap cukup fair. Toh mungkin pertimbangan label juga, band kami mungkin belum layak untuk diberi tawaran yang fair, tidak apa apa, semua pihak pasti punya alasan tersendiri untuk keputusan bisnisnya. Mereka punya keputusan, kami juga punya keputusan. Tidak apa apa, no hard feeeling, kami sendiri cukup punya relasi yang baik dengan label label lokal, dan mereka juga mesin penggerak scene underground. Lagi pula, band ini isinya banyak orang produksi, sudah biasa ngubek ngubek pasar dan percetakan untuk merilis album, sudah kena training dari album pertama. Hahahahhahaa
EJMZINE : Alasan terkuat memilih self-release? 
SBY : Bisnis..seperti yang dijelaskan diatas. Kemudian, Tentang masalah pencantuman “Produced By”. Sebagai musisi, sedikit besar pengorbanan yang telah kita curahkan di album merupakan usaha untuk menyenangkan orang lain dengan segala apresiasi yang kita dapatkan nantinya. Pertanyaannya? Apakah pihak label berhak mencantumkan nama label sebagai “Producer By”, Sedangkan dalam klausul kontrak tidak ada pembahasan mengenai hal tersebut? Lalu, Bagaimana dengan posisi kami (baca : sebagai musisi) yang telah memberikan amanah kepada label untuk membantu perilisan? Apa anda-anda sudah paham dengan tugas dan tetek bengek sebagai Produser? Dengan adanya pertanyaan seperti ini cukup membantu kami tanpa bermaksud untuk menuding. Silahkan kamu pikirkan kembali !
EJMZINE : Bagaimana pendapat Anda tentang keadaan Thrash Metal pada umumnya di Indonesia dan di seluruh dunia? Apakah Anda sudah merasa siap untuk menghadapi beban berat yang datang dengan karir di musik, terutama di Thrash Metal? 
SBY : Di indonesia, thrash metal memang tidak terlalu dominan, walaupun lumayan masih ada akar dan band band yang berpengaruh. Di internasional, rilisan thrash metal tidak pernah berhenti. Band old school sekelas slayer pun masih merilis album. Toh yang punya posisi mapan tetap band kelas slayer/exodus/ testament dll. Tetapi yang menggembirakan 2nd wave seperti warbringer, havok, dll punya militansi tingkat tinggi untuk menggempur panggung panggung. Kami satu backstage dengan Havok waktu mereka main di Jakarta. Mereka sangat militan dan professional dalam bekerja. Tur mereka cuma berempat tok, tanpa crew, tetapi mereka bisa menghasilkan produksi yang sangat baik.
EJMZINE : Menurutmu, Adakah faktor mendasar yang membuat Thrash Metal Indonesia tidak terlalu diperhitungkan? 
SBY : Ada banyak faktor, kalau dibagi mungkin ada eksternal dan internal.
Dari internal dulu, scene thrash metal memang ada, tetapi militansi belum seperti ‘adiknya’ (scene death metal/grindcore), terutama dalam hal kuantitas frekuensi event. Lalu dari band band nya pun, harus diakui kita belum seproduktif mereka dalam segi kuantitas rilisan (bandingkan jumlah album thrash metal lokal dengan album death metal/ grindcore dalam 2 tahun terakhir, sebagai contoh saja). Belum lagi berbicara soal kualitas produksi baik live, album, clip, dll. Kita, scene thrash metal masih harus terus mengejar ke arah yang lebih baik. Meski tak dapat dipungkiri 2015 ini thrash metal lokal cukup mengalami perkembangan signifikan. Eksternal, mungkin kalian juga mulai percaya pada band thrash metal untuk lebih sering main di acara kalian. Kami yakin musik thrash metal lokal bisa dinikmati semua kalangan di scene ini. Asal kalian mulai percaya kepada band band thrash metal lokal.. berikan mereka panggung, budget produksi yang layak, jam main yang primetime. Saya yakin band band thrash metal lokal juga akan membuktikan kalau mereka sama sekali tidak bisa dianggap remeh!
EJMZINE : Untuk mempromosikan band, Pertimbangan apa yang menjadi pilihan kalian bekerja sama dengan komponen media di ranah underground? Apakah Anda melihat dampak yang lebih besar dengan mengirimkan paket promo ke fanzine atau webzine? 
SBY : Selayaknya promosi, pasti harus ke media. Dan jelas zine underground seperti kalian harus mendapat karpet merah prioritas untuk mendapatkan berita dari band seperti kami, kalian yang lebih berhak dari media media mainstream karena kalian lah salah satu mesin penggerak utama pemberitaan dunia underground.
EJMZINE : Dengan kondisi seperti sekarang ini banyak muncul genre-genre baru, Dimana semua menjadi “No Border In Music Genre”. Muncul banyak perbedaan ide-ide antara- “newschool bastard” dengan “oldschool orthodox narrow minded”. bagaimana sih menurut sudut pandang SBY? 
SBY : Ini jaman informasi begitu masif. Saking masifnya, semua merasa perlu untuk membuat konten dan membungkus nya dengan gimmick. Kadang kami menemukan band,nama genrenya sangat ribet, contoh “sludgy stoner doom eksperimental down tempo bla bla bla”, toh konten musiknya Black Sabbath-an juga.Diluar inovasi musikalitas genre yang terus berkembang pastinya. Tetapi percayalah apapun packaging produk, genre, gimmick dan lain lain..konten utamanya kan tetap musiknya, enak didengar atau tidak? Sesimple itu kan.
EJMZINE : Saat ini, Kalian sedang mengagendakan tur album. Apakah dengan melakukan tur akan membantu penjualan album? 
SBY : Yap, kami akan tur di bulan november ini, dengan Catastrophe dan Thrashpit. Agenda tur pertama dengan full setlist album concept, jadi kami yakin akan membantu penjualan album. Karena audience akan menikmati sajian full setlist di tiap shownya, gue yakin mereka akan merasa lebih dekat dengan album kami setelah menonton show ini.
EJMZINE : Pada akhirnya kita telah sampai diakhir wawancara. Terima kasih telah meluangkan waktu menjawab pertanyaan-pertanyaan kami. Berikan kalimat penutup disini. 

SBY : Terima kasih East Jakarta Media, dan rekan rekan metalhead. Sampai jumpa di tur kami nanti, dan ingat belilah CD band lokal, karena dengan tindakan sesimple itu kalian membantu scene ini terus jalan.

Share:

East Jakarta Media

Eastjakarta-media adalah majalah online [webzine] dan cetak yang berdomisili di Jakarta Timur berdiri pada tanggal 01 Agustus 2012 yang memberikan informasi dan mempromosikan mencakup berita terbaru, ulasan dan wawancara dari band Metal dan label rekaman dari seluruh dunia.

0 comments :

Post a Comment

East Jakarta since 2012.

Twitter

Facebook

C/o Adjie Setiawan Penggilingan, 13940 Jakarta Timur, Indonesia 082227527797|51C27912 ejmzine@gmail.com

Made by East Jakarta Media

Copyright @2015 East Jakarta Media.